Kasus Facebook Desak Bos Path Rombak Aplikasi



Penyalahgunaan data Facebook oleh Cambridge Analytica tak hanya menjadi sorotan. Sejumlah rivalnya seperti Path, ikut waspada agar hal serupa tak terjadi pada mereka.

Pendiri sekaligus CEO Path Dave Morin, melalui akun Twitter @davemorin mengatakan, dirinya dibanjiri permintaan untuk membangun ulang Path. Dia pun mempertimbangkan untuk merombak Path demi keamanan data yang lebih baik di jejaring sosialnya tersebut.

https://newrevive.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=658&loc=https%3A%2F%2Finet.detik.com%2Fcyberlife%2Fd-3934750%2Fkasus-facebook-desak-bos-path-rombak-aplikasi&referer=https%3A%2F%2Finet.detik.com%2F&cb=00f48cac2e
Tak butuh waktu lama, postingan Dave ini menerima ratusan balasan dan ribuan like, di antaranya dari mantan Director of Engineering Path Mike DiCarlo dan sejumlah angel investor. Mereka semua memperlihatkan ketertarikan untuk berkolaborasi atau berinvestasi atas rencana Dave merombak aplikasinya.

 Seperti diketahui, skandal privasi yang tengah menimpa Facebook membuat geram publik. Dalam kasus ini, terjadi penyalahgunaan data Facebook oleh konsultan politik Cambridge Analytica untuk pemenangan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).

Isu ini membuat sejumlah pengguna Facebook terpikir untuk hengkang. Path sebagai rivalnya, bisa mengambil pelajaran. Memiliki tingkat perlindungan dan keamanan data yang lebih baik juga menjadi modal bagi Path untuk merangkul para pengguna Facebook.

Path mungkin saja dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif pengganti Facebook. Dengan kemiripan fungsi dan fitur seperti Facebook dan Instagram, Path punya kesempatan untuk menjadi rumah baru bagi para mantan pengguna Facebook.

Didirikan pada 2010, Path menjadi jejaring sosial untuk berbagi foto dan berkirim pesan di perangkat mobile. Layanan ini juga memungkinkan pengguna untuk berbagi ke hingga 500 kontak pertemanan yang sudah masuk dalam daftar teman dekat sehingga lebih privat. Di Indonesia, jejaring sosial ini sempat menjadi tren. Kini, meski tak se-booming dulu, masih ada sejumlah pengguna di Indonesia yang menggunakan aplikasi ini.

Pada Mei 2015, Path mengumumkan bahwa perusahaannya diakuisisi oleh Daum Kakao asal Korea Selatan dengan mahar yang tidak pernah diungkapkannya hingga saat ini.

Kasus Facebook Desak Bos Path Rombak Aplikasi Kasus Facebook Desak Bos Path Rombak Aplikasi Reviewed by dzaky on 05.18 Rating: 5

Tidak ada komentar:

loading...
Diberdayakan oleh Blogger.