Catatan Rizal Ramli untuk Calon Gubernur BI yang Baru

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli memberi beberapa catatan soal calon Deputi Gubernur dan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru.
Seperti yang diketahui, pada esok hari Selasa 27 Maret 2018 akan diadakan fit and proper test untuk Deputi Gubernur BI dan Rabu 28 Maret 2018 akan diadakan fit and proper test untuk calon tunggal Gubernur BI Perry Warjiyo.
Hal ini disampaikan saat Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan pakar terkait pemilihan Deputi Gubernur dan Gubernur Bank Indonesia BI di Komisi XI DPR RI, Senin (26/3/2018), 
Rizal Ramli menyoroti tentang kelemahan struktural dalam makro ekonomi Indonesia sebagai tantangan bagi Gubernur dan Deputi BI yang baru.

"Pertama, berbagai defisit yang terjadi dalam neraca perdagangan (selama 3 bulan berturut-turut," kata Rizal Ramli.
Tercatat, neraca perdagangan Januari 2018 defisit sebesar USD0,68 miliar), defisit transaksi berjalan (USD5,8 miliar), service payment defisit APBN (pembayaran cicilan pokok dan bunga utang yang tahun ini mencapai Rp800-an triliun yang porsinya hampir dua kali lipat anggaran infrastruktur atau pendidikan) dan defisit neraca keseimbangan primer (Rp68,2triliun, 2017).
Kedua tentang utang, kurang lebih 50% dimiliki asing dan sebagian besar tenornya berjangka pendek. Kondisi ini menyebabkan kerentanan (vulneranilibity) dalam pasar uang.

"Karena itu secara bertahap, BI dan pemerintah harus kreatif melakukan restrukturisasi utang, renegosiasi ke negara2 kreditor untuk mengubah tenor utang dari jangka pendek ke jangka panjang. Bila berhasil, ini akan meningkatkan kestabilan keuangan dan juga dapat menurunkan tingkat bunga domestik," paparnya.
Lanjut Rizal Ramli menjelaskan, kemudian soal ketimpangan kredit yang berbentuk seperti gelas anggur. Dia mengibaratkan bisnis besar dan BUMN di cawan gelas, bisnis menengah di leher gelas dan mayoritas rakyat dasar gelas.
"Sebanyak 83% kredit hanya mengalir ke bisnis besar, sisanya 17% ke bisnis menengah dan rakyat. BI bersama OJK harus dapat mengubah dalam 3 tahun ini struktur kredit menjadi 70% ke bisnis besar dan 30% untuk bisnis menengah dan kecil. Dengan ini pendalaman pasar uang malah akan dapat terjadi karena bisnis besar dapat menggali permodalan dari menjual saham dan menerbitkan surat utang," imbuhnya.

Rizal Ramli berharap hasil RDPU Komisi XI DPR RI tidak hanya memberikan rekomendasi yang normatif bagi Gubernur dan Deputi BI terpilih nanti.
"DPR harus memberikan target yang tinggi dan jelas. Seperti menugaskan BI dalam penanggulangan berbagai defisit, dalam restrukturisasi tenor utang, dan mengubah struktur kredit yang timpang. Dan yang paling penting, BI harus berani memberikan data yang benar kepada publik," tutupnya.

Catatan Rizal Ramli untuk Calon Gubernur BI yang Baru Catatan Rizal Ramli untuk Calon Gubernur BI yang Baru Reviewed by dzaky on 06.56 Rating: 5

Tidak ada komentar:

loading...
Diberdayakan oleh Blogger.